Kenali Sindrom Iritasi Usus Besar yang Rentan Dialami Wanita

  • Whatsapp
kenali-sindrom-iritasi-usus-besar-yang-rentan-dialami-wanita
Foto: Canva.com pro

Sering mengalami kram perut saat menstruasi? Gejala ini sering dikaitkan dengan sindrom iritasi usus besar atau IBS (Irritable Bowel Syndrome). Sindrom ini memiliki sifat kronis yang bisa dirasakan secara berkepanjangan, juga datang kambuh. Gangguan kesehatan satu ini lebih sering menyerang para wanita. Sebab berhubungan dengan kondisi ketidakstabilan hormon.

 

Read More

Pemicu, Gejala, Hingga Penanganan Awal Sindrom Iritasi Usus Besar

Berikut beberapa informasi mengenai IBS, meliputi:

 

1. Gangguan Pencernaan, Peradangan, dan Infeksi

Belum diketahui apa penyebab yang membuat gejala sindrom ini dirasakan banyak wanita yang berusia di bawah 50 tahun, tetapi disimpulkan bahwa sindrom terjadi akibat adanya gangguan pencernaan, terjadinya peradangan, serta adanya infeksi. Gangguan ini juga berkaitan dengan kontraksi otot dan sistem saraf.

 

2. Gejala Umum IBS

Gejala umum dari sindrom ini ialah mengalami kram perut berulang, diare, dan perut terasa kembung. Gejala lanjut berupa mual dan muntah, kesulitan menahan ingin buang air besar, bersendawa, sering kentut, mudah merasa lelah, nyeri di bagian punggung, nyeri di bagian dada dan lambung (perut atas), serta menurunnya nafsu makan.

 

3. Pola Gangguan Pencernaan pada IBS

Terdapat empat pola saat penderita mengalami gangguan pada sindrom ini yaitu:

IBS-C mengalami gejala paling dirasakan berupa sembelit dan rasa tidak nyaman di perut.

IBS-D mengalami gejala paling dirasakan berupa diare.

IBS-M mengalami gejala paling dirasakan berupa sembelit bercampur diare.

IBS-U mengalami gejala yang tidak bisa diklasifikasikan (gangguan pencernaan yang tidak spesifik).

 

4. Penanganan Awal saat Gejala Datang

Penanganan awal dengan mengompres perut yang kram atau kembung dengan air hangat. Bila nyeri terasa mengganggu, konsumsi obat pereda nyeri dan pereda gejala yang dirasakan seperti diare bisa membantu.

Lakukan pergantian pola makan dan gaya hidup untuk menstabilkan kondisi tubuh. Hindari juga stress yang bisa memicu gejala kambuh. Bila gejala perut kembung lebih sering dirasakan, jauhi konsumsi asupan yang mengandung gas.

Sementara bila gejala diare, kurangi konsumsi makanan tinggi serat dan jauhi makanan tinggi gula. Lalu untuk gejala sembelit, perbanyak konsumsi serat. Mulailah ubah gaya hidup dengan rutin tidur lebih cepat berdurasi cukup dan konsumsi makanan bernutrisi.

 

5. Segera ke Dokter Bila Mengalami Gejala Ini

Pergilah ke dokter jika gejala mengganggu dan tidak juga berkurang, atau bahkan cukup parah seperti diare kronis, feses berdarah, kulit memucat, berat badan turun drastis, rasa sakit perut yang tidak bisa ditahan, atau munculnya benjolan di perut.

 

Komplikasi sindrom iritasi usus besar bisa dialami oleh wanita hamil dan penderita yang tidak segera berobat ketika gejala sudah cukup parah. Banyak gangguan kesehatan yang berhubungan pada seputar kehamilan termasuk IBS. Lebih rutin mengecek kesehatan, serta lebih cepat tanggap dalam penanganan awal menjadi langkah paling tepat untuk menghindari terjadinya komplikasi.

 

Sumber:

https://www.alodokter.com/irritable-bowel-syndrome

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *